Minggu, 08 Januari 2012

Bentuk Ketaatan Astenosfer, Biarpun Lemah Tetap Bergerak


Bentuk permukaan planet bumi selalu mengalami perubahan, yang mengakibatkan bentuk permukaan bumi sekarang berbeda dengan bentuk permukaan bumi masa lalu. Sekitar 200 juta tahun yang lalu hanya ada satu superbenua yang oleh Alfred Wegener (1880-1930, Meteorologist) disebut PANGAEA dan dikelilingi oleh Samudra PANTHALASSA. Superbenua ini kemudian pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil lalu bergerak menuju ke posisinya sekarang (Teori pergerakan benua/Teori Wegener).
Salah satu bukti pergerakan benua yang dikemukakan Wegener adalah “Benua seperti puzzle, ada kesesuaian garis Pantai Afrika bagian barat dengan garis Pantai Amerika Selatan bagian timur”. Jika direfleksikan dengan kehidupan manusia, kehidupan kita pun ibarat keping-keping puzzle yang Allah SWT rancang sedemikian rupa indahnya, sehingga kita pun dituntut bergerak untuk mencari bagian-bagian kepingan puzzle ( kebahagiaan-red ) yang hilang untuk menyempurnakan skenario hidup kita.
Firman Allah SWT : “... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..” ( QS Ar Ra’du :11 )
Ketika lempeng benua saja tunduk kepada perintah Allah SWT, mengapa kita sebagai makhluk paling sempurna ciptaan-Nya tak mau tunduk pada aturannya?? Ketidaksesuaian berbagai faktor lingkungan itulah yang membuat lempeng tektonik akhirnya bergerak mencari posisi yang paling sesuai agar berbagai aktivitas geologi di atasnya dapat berjalan dengan optimal.
Manusia pada hakikatnya adalah seorang da’i sebelum berperan sebagai apapun. Seorang da’i mempunyai peran untuk menyerukan kebaikan. Ketika kita melihat suatu kondisi yang tidak sesuai, harapannya kita dapat mengarahkan kondisi tersebut agar dapat kembali sesuai dengan syariat agama. Disinilah pentingnya dua karakter seorang da’i “Cerdas dan Bersih”. Yang saya maksud disini adalah cerdas akalnya dan bersih hatinya. Cukuplah melihat sesuatu secara proporsional. Sifat bersih disini menyangkut kondisi hati yang dapat mencintai dan menyayangi orang lain. Tidak bersuka ria di atas kesalahan  dan penderitaan orang lain.
Pernahkah kita berfikir bahwa litosfer yang merupakan lapisan yang kuat dan kaku dimana kerak bumi berada di atasnya, ditopang oleh astenosfer yang memiliki sifat yang relatif lemah dari bagian bawahnya??....
Meskipun lemah, astenosfer tetap melakukan pergerakan dengan cara mengalir di bawah tekanan. Karena memiliki sifat seperti cairan maka astenosfer dapat mengalami konveksi. Dan dari adanya konveksi ini menyebabkan adanya pergerakan lempeng. Bukan karena lemah, lantas astnosfer hanya diam, vakum, berembunyi dibawah litosfer yang jauh lebih kuat dan tampak di permukaan.
Yakinlah bahwa setiap diri mempunyai potensi masing-masing. Teruslah bergerak mencari kesempurnaan hidup, demi memperbaiki diri agar dapat lebih bermanfaat bagi orang lain... Tunduk dan patuhlah terhadap apa yang Allah perintahkan, karena seseorang dapat merasakan manisnya ibadah ketika merasa nikmat kala banyak amanah yang menghampirinya.
Wallahu a’lam..

fb: Ldk Al Hurriyyah Ipb 
twitter @alhurriyyahipb