Sabtu, 15 Desember 2012

Ternyata Semua Itu..

Ini bukan edisi galau apalgi edisi nye-pam
Cuma mau sedikit mengamati, Bukan pengamat juga sebenernya
Ini cuma mau menuangkan apa yg ada dalam fikiran (efek keseringan dapet materi tentang ini atau bergelut dengan yang berbau tentang ini)

Ini itu apalah bikin orang bingung, ya udah bismillah deh....

Tersentak, ketika tiba-tiba ditanya tentang masa depan. Aku fikir dan aku beranggapan aku masih muda (berarti sebenernya sekarang tua), jadi belum layak buat memikirkan hal itu. Selain tiba-tiba ditanya, beberapa kali disuguhkan materi tentang itu.

Sekarang aku harus menyadari bahwa aku bukan lagi remaja SMA yang bisa hura-hura. Harus udah bisa fokus, merancang seperti apa masa depan akan ku tapaki. Kapan mau mikirin topik penelitian, kapan mau nyusun proposal penelitian, kapan harus mulai penelitian, kapan mau lulus, bahkan masih menunggu kapan kapan yang lain.

Nggak terasa juga hampir 2,5 tahun menjalani masa kuliah. Tiba-tiba sekarang sudah mau menghabisi semester 5. Rasanya baru kemarin diantar orang tua ke kampus besar ini. Yang ternyata di dalamnya ku temui berbagai warna yang sedikit demi sedikit mewarnai hidupku. Di tingkat 3 ini, dengan amanah yang luar biasa, banyak memberi tantangan yang hebat. Bahkan tak sempat untuk sekadar memikirkan diri sendiri.


Ber-partner dengan orang-orang yang usianya lebih tua dariku, bisa jadi sebagai pembimbing dan kakak bagiku. Tapi ternyata di balik itu semua... Beberapa dari mereka sudah menyempurnakan sebagian dari dien-Nya.. Barakallah ya mba.. (Afwan selama ini kalau ngajak chatting atau sms kadang kaya pengen dapet info banyak dan rada maksa gitu ^^)

Jadi tau, ternyata seorang muslimah itu memang benar-benar dituntut sebagai multi talenta. Di satu sisi memerankan dirinya sebagai qiyadah, di sisi lain memerankan dirinya sebagai seorang istri. (Dahsyat.. langsung aplikatif!). Jadi ingat di awal kepengurusan itu, ada seorang kakak tingkat yang terkejut ketika mengetahui aku ditempatkan di posisiku yang sekarang (iya lah jelas kaget, kontras banget dengan amanah sebelumnya). Terus, dengan tiba-tiba terlontar dari mulutnya, "Oh.. siap-siap deh kalau gitu".


Dulu, karena saking polosnya aku... Mana sempat kepikiran sampai kesitu....

Sampai pada suatu saat temanku pernah berkata, bahwa ia tak sengaja mendengar percakapan dua orang akhwat (kakak tingkatnya) yang berkata, "Bahwa kesempurnaan seorang wanita adalah ketika ia sudah menjadi seorang istri".


Weeww dahsyat dong kalau kaya gitu, Pantas lah kalau mba-mba nya pada menyegerakan *hihihii
Kalau begitu????!!! ^^