Kamis, 10 Januari 2013

Menulis, Antara Kegemaran dan Prestasi

Menulis..

Bagiku tak hanya sebatas kegemaran. Menulis sudah menjadi bagian dari hidupku sejak kecil. Ya.. aku termasuk orang yang bersahabat dengan namanya DIARY sejak kecil. meski ia tak memerikan solusi, tapi setidaknya ia adalah saksi dari perjalanan hidupku. Ia adalah teman yang tak pernah 'ember' mulutnya. Kemanapun aku pergi, selalu ada dia di dalam tasku..


Aku masih ingat,,,
Dulu sempat ku tuliskan berbagai impianku kala aku naik kelas..
Waktu SD, aku pernah nulis "pengen ikut lomba minimalnya tingkat Kabupaten". Dan alhamdulillah itu terwujud :)
Ketika SMP, aku pernah berbagi cerita dengan bukuku "Aku pengen banget tetap bisa menjadi yang terbaik buat orang tuaku, pengen banget ke Bandung tapi tanpa biaya. Aku pengen tahu Bandung itu seperti apa, yang kata orang 'Paris van Java'. Yang katanya disana itu dingin..." Allah maha mendengar.. Aku diberi kesempatan yang luar biasa.. Goes to Bandung untuk ikut lomba mengarang mewakili Kabupaten Cirebon. Eittsss.. jangan salah, ini adalah pengalaman luar biasa.. pertama kalinya aku tidur di hotel (haduhhh katro gak sih??), selain itu ini adalah ajangnya "Pasanggiri Bahasa Sunda", kebayang dah aku yang orangnya kayak gini (Sunda bohongan) ^^. Tapi justru semua teman-teman disana menganggap aku adalah orang Bandung nya. Wah wah.. sepertinya karena kelemahlembutan daku, weisss.

Berlanjut SMA, siapa bilang kalau udah SMA udah gak zaman curhat sama Diary??!! Disana banyak banget curhatan, dari mulai pengalaman pertama ikut Olimpiade tingkat nasional, catetan kegembiraan bareng temen-temen, tentang seseorang yang 'tengil' juga ada. Permintaanku di tingkat SMA ini gak muluk-muluk, karena mungkin bisa jadi ini adalah masa terakhirku mengenyam bangku pendidikan fomal. "Ya Allah izinkan aku mempersembahkan sebuah piala untuk kedua orang tuaku.. Berkali-kali aku mengikuti ajang perlombaan selalu saja berhenti sampai semifinal. Aku ingin melihatnya tersenyum :) Aku ingin mereka bangga memilikiku." Allah benar-benar Maha Bijaksana. Nyarisss detik-detik terakhir, kesempatan itu pun datang. Mengingat peristiwa itu kadang bikin senyum-senyum sendiri. Karena aku sempat berdebat habis dengan ibu terutama karena hal ketidakpedulian pihak sekolah terhadap siswanya yang berprestasi. Tapi aku melakukan itu semua ikhlas untuk kedua orang tuaku. Aku yakin itu tak akan sebanding, tapi aku berjanji akan memberikan yang lebih, jika aku mampu. Menjadi juara 2 lomba pidato bahasa Sunda tingkat SMA se-Wilayah 3 Cirebon.. It so amazing! PIALA itu bukan lagi mimpi.. Ada di genggamanku.. Jam menunjukkan pukul 22.05 WIB, entah apa yang ada di fikiranku, yang aku ingin hanyalah segera pulang dan memberikan hadiah itu untuk orang tuaku.

Tahukah??
Bahwa menulis itu juga merupakan salah satu targetan hidup kita. Coba ditengok-tengok.. Di list mimpi atau harapan yang pernah ada dalam coretan kehidupan kita, adakah kini yang telah terwujud?? adakah yang masih mengantung?? Mari wujudkan itu semua! Sebuah tinta merah, yang nyaris terhapus karena menulisnya sambil menangis, impian itu sedang aku jalani sekarang. Menjadi seorang MAHASISWA.


Aku harus lebih giat lagi! Aku tak tahu sampai kapan aku akan berhenti menulis..
Menulis tentang aktivitasku, menulis tentang saudara-saudara seimanku, menulis tentang umat dan zaman, menulis tentang mimpi..

Aku merasa beruntung ketika tulisanku bisa menginspirasi banyak orang. Ketika tulisanku membawa perubahan. Publis di media atau tidak, itu adalah bonus dari kemauan dan kerja keras. Lewat menulis pun, aku dipertemukan dengan saudara-saudara seperjuangan... ONLINE LDK AL HURRIYYAH!


-Karena Menulis Adalah Bentuk Aktualisasi Diri-
(tak perlu takut tulisanmu tak enak dibaca, yang penting kamu terhibur membacanya)