Jumat, 05 April 2013

Sekolah Luar Biasa

Apa yang terlintas dalam fikiran ketika mendengar atau membaca "SEKOLAH LUAR BIASA"???

Berbagai spekulasi mungkin akan muncul di fikiran dan hati kita. Tapi saya sepakat kalau ini dinamakan SEKOLAH LUAR BIASA. Karena orang-orang yang ada di dalamnya adalah orang-orang yang luar biasa. Hanya orang-orang pilihan yang ada di dalam lingkungan ini, dari mulai guru-giru yang LUAR BIASA ekstra KESABARANNYA, siswa-siswa yang LUAR BIASA penuh SEMANGAT, dan perangkat sekolah lainnya yang turut membantu dalam kelancaran kegiatan belajar mengajar di dalamnya.

Saat pertama kali datang, yang terlintas dalam hati saya adalah sekolah ini dihuni oleh orang-orang (maaf) yang memiliki kekurangan. Tapi semua itu langsung terbantahkan ketika melihat dan masuk langsung ke dalamnya. Mereka tampak seperti orang-orang yang normal. Mereka cantik-cantik, cerdas, dan enerjik. Semangat adalah modal utama yang mereka andalkan untuk mengalahkan rasa 'minder' pada dirinya.

Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke SLB untuk melaksanakan salah satu program pengabdian masyarakat. Saya senang, karena mereka sangat antusias mengikuti programnya. Meski terkadang kendala komunikasi menjadi penghambat utama. Mereka cepat akrab dan terbuka bagi orang-orang baru. Mungkin bagi saya yang awam mengenai Pendidikan Luar Biasa, di masa awal ini cukup untuk penjajakan dan mengenali sedikit mengenai psikologi mereka.

Banyak hal di luar dugaan yang terjadi pada hari itu, yang tampak dari mereka bukanlah kekurangan. Tapi KELEBIHAN diri mereka. Yang dapat menyumbangkan energi luar biasa bagi diri saya, bahkan merasa malu kalau sampai kesempatan atas hidup yang normal yang Allah telah berikan pada saya tak dimanfaatkan dengan baik.

Jadi, saya sangat tidak setuju kalau SLB adalah berisi orang-orang yang terbelakang. SLB merupakan tempat LUAR BIASA yang dapat mendidik mereka menjadi bagian generasi penerus bangsa..

TERIMA KASIH adik-adik Hortoterapy..

Mudah-mudahan SEMANGAT yang engkau miliki dapat menyebar luas pada kami yang belum bisa mensyukuri arti hidup sebenarnya...