Kamis, 05 Januari 2012

Sejenak Merenung Tentang Perjalanan Ini

Di tengah kesunyian malam, dimana semua orang terlelap dengan tidurnya... Sebuah pesan pengingat dan penyemangat itu masuk ke telepon seluler. Jenuhnya fikiran sepekan ini karena sibuk ujian dan memikirkan suatu solusi terbaik demi perdamaian, membuat tak lagi bisa menahan air mata. Hingga akhinya air mata itu pun menetes dan untuk pertama kalinya mewarnai jalan ini.
Sungguh, kalaupun tak ada orang lain yang selalu menguatkan aku, aku sudah rapuh tiada berdaya. Tapi mereka selalu hadir dan senantiasa mengingatkan dan menyemangati bahwa jalan ini tak selamanya lurus dan tak selamanya berkelok juga. Akan ada dimana masa-masa yang tidak sesuai dengan yang kita harapakan, akan ada satu kondisi yang membuat kita merasa semakin dekat dengan-Nya...

Dan dari isi pesan itu, aku mulai tersadarkan...

Mari,
memastikan kembali niatan atas segala amal-amal kita, bahwa hanya ada satu nama Allah disana.
Mari, memaafkan segala yang membuat kita (tak seberapa) sakit.
Mari, berusaha ikhlas atas takdir apapun yang tergariskan. Karena itu tidak akan membuat kita bertanya kenapa Allah melakukan ini dan itu pada kita. Tapi akan menuntut pada hikmah dan pemaknaan atas semua yang terjadi, menjadi evaluasi agar lebih baik..
Karena ilmu ikhlas itu sulit... Sehingga setan tak mampu menyentuhnya...
Laa haula wa laa quwwatailla billah

Sungguh, kalaulah aku tak ada di antara mereka... Aku tak akan menjadi seperti sekarang ini. Banyak hal yang dipelajari dan banyak halpula yang menuntut kita bersabar serta berlapang dada lebih. Menuntut kita menerima segala kekurangan serta orang-orang baru di sekitar kita. Beruasaha mengerti dan mengetahui yang baik serta buruk bagi mereka. Semoga aku tetap dan selalu istiqomah di jalan ini.. Semua karena Allah Ta'ala..

Dalam perenungan di tengah penatnya jihad ilmy..