Jumat, 24 Februari 2012

Merangkai Mimpi

Setiap orang tentulah mempunyai mimpi, bahkan ada yang sampai gila-gilaan dalam merangkai mimpinya. Hmm... saya rasa itu tidak masalah, karena merangkai mimpi itu gratis, hanya bermodalkan angan-angan serta alat tulis untuk menuliskan atau memvisualisasikannya agar tidak lupa kemudian hari. Dengan cara ini kita dapat mengetahui ke arah mana biduk kehidupan ini akan diarungi.

"Bermimpilah karena Allah akan memeluk mimpi-mimpimu.."

Sepenggal kata-kata yang terdapat pada novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata ini cukup menghipnotis saya, sehingga saya berani untuk bermimpi. Allah pun mendengar apa yang hamba-Nya minta, Allah Maha tau apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Ia selalu menjawab doa-doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Jika tidak dikabulkan saat ini, Allah akan menggantinya di masa depan, atau mengggantinya dengan hal lain yang memang itu adalah yang terbaik untuk kita.

Berbicara tentang mimpi....
Dulu, saya mempunyai impian untuk menjadi bagian dari orang-orang penting yang ada di organisasi dakwah kampus terbesar di Institut Pertanian Bogor. Hal ini dikarenakan saya ingin memecah kotak-kotak departemenisasi yang merupakan masalah klasik dalam setiap organisasi. Hal kecil ini yang tak jarang akhirnya menjadi kendala dalam melaksanakan tugas organisasi. Selain itu, saya pun menginginkan syiar dalam bentuk lain, yaitu syiar media. Meski saya harus belajar banyak hal untuk mengembangkan syiar ini, saya hanya ingin kelak syiar itu tak hanya dirasakan oleh kalangan itu-itu saja. Saya ingin syiar ini membumi dan diminati banyak orang, karena pengemasannya dalam hal yang berbeda.
Kini semua itu sedang saya nikmati. Hari-hari itu kini bukan lagi sebatas khayalan. Saya menjadi bagian dari mereka dan berusaha mengembangkan kemampuan diri saya dalam menyebarluaskan dakwah ini. Berbagai pengorbanan itu saya harus lewati. Sungguh, ketika hati ini ikhlas semua tak terasa menjadi beban. Barulah sekarang saya sadar sulitnya menjadi kader dakwah... Tapi ini adalah nikmat, tidak semua orang dipilih oleh-Nya mengemban amanah ini.
Saya merasa bangga, dengan keluarga saya di LDK Al Hurriyyah IPB. Mereka dapat menjadi inspirasi bagi saya, motivator, guru, keluarga, dan masih banyak lagi.

Tapi...
Masih bolehkah saya bermimpi??
Seiring perjalanan ini, saya mulai mengininkan bergabung dengan organisasi yang lebih besar lagi. Saya ingin menambah banyak saudara, pengalaman hidup serta ladang beramal saya. Saya ingin bergabung menjadi bagian dari keluarga FSLDK Indonesia. Saya ingin menjadi bagian dari BP-NAS. Apakah itu mungkin??

Wallahu a'lam bi showwab..

Jika memang menurut Allah saya layak untuk mengembannya, kesempatan itu akan datang pada waktu yang tepat. Believe it!