Senin, 27 Februari 2012

Rambu-rambu yang Seringkali Terabaikan

Mengaku diri aktivis???
Apa yang sudah kita lakukan sebagai seorang aktivis??
Sesungguhnya, menyatakan diri sebagai seorang aktivis itu tidaklah mudah. Karena sangat banyak beban yang harus kita tanggung dan hal ini sangat niscaya untuk diganggu oleh yang namanya syaitan. Nabi Muhammad saja tak pernah luput dari namanya godaan syaitan sepanjang perjalanan dakwahnya. Sebagaimana yang terdapat pada surat Al-An'am ayat 112:

"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis lain) jin, sebahagian dari mereka mewahyukan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang mewah fatamorgana. Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka biarkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan"

Bentuk-bentuk ujian yang akan mengadang seorang aktivis di antaranya:
* Diumpan dengan dunia dan seisinya yang menggiurkan, sehingga membuat seorang aktivis tidak ikhlas menjalankan tugas dan kewajibannya.
* Dihadapkan dengan ujian yang tidak menyenangkan (diejek, dihina, difitnah, digunjing, dsb), bahkan dibuat sakit hati maupun fisiknya.

Maka sebagai seorang aktivis, kunci utama agar kita dapat mengurangi beban yang berkaitan dengan amanah kita adalah dengan ikhlas, istiqomah, dan mencontoh Rasulullah SAW. Seorang aktivis harus senantiasa tampil PRIMA ketika melaksanakan tugasnya, dengan tidak mengabaikan kewajibannya sebagai seorang pelajaran ataupun mahasiswa. Seorang aktivis juga harus dapat mengukur diri dan menempatkan dirinya secara seimbang, sesuai kondisi dimana dirinya sedang berada.

Hal kecil yang senantiasa terlupakan oleh kita dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari adalah membiarkan waktu terbuang secara sia-sia. Padahal Allah telah berjanji dalam Al Qur'an atas nama waktu. Sebagaimana yang terdapat pada surat Al Ashr. Waktu juga dapat menjadi pedang bagi manusia jika ia tak dapat memanfaatkan dengan baik, ia akan menjadi pedang yang menghunus lehernya dan menghabisi diri kita. Jadi, jangan sampai kita mengisi waktu kita dengan obrolan atau hal yang tidak penting. Karena itu akan menghabiskan energi dan memakan waktu. Seorang aktivis itu baiknya ketika ia menulis, karyanya menghasilkan paper. Ketika ia berbicara, ucapannya menjadi dakwah. Dan ketika ia tidur, tidurnya dapat memulihkan stamina tubuhnya.

Dan kelak Allah akan memberi kenikmatan hakiki berupa kematian. Sehingga seorang aktivis dapat istirahat total dan menggapai kebahagiaan hakiki, yaitu tinggal di jannah-Nya..
Wallahu a'lam....