Minggu, 22 April 2012

Refleksi 20

Syukurku tak akan henti terhaturkan pada Illahi Rabbi, yang telah mengizinkan aku berpijak di buminya hingga usiaku 20 tahun.
Ini adalah kesempatan bagiku untuk bermuhasabah,,
Yang seharusnya diberi ucapan selamat adalah ibu. Karena 20 tahun yang lalu, saat itu seorang ibu tengah berjuang menyelamatkan anaknya untuk melihat dunia yang fana ini. Thank you mom, love you so much...

Dan seorang yang mengucapkan selamat padaku yang pertama di pagi ini justru adalah ibuku.. Aku yakin doa dan harapan terbaiknya untukku tak akan pernah putus sepanjang hembusan nafasnya. Dan doa-doa terbaik dari teman-teman seperjuangan serta saudara-saudara terbaikku di sini tak henti-hentinya masuk ke dalam ponsel. Insya Allah semua itu adalah untuk perbaikan dan tolak ukur sejauh mana diri ini berpengaruh dan bermanfaat bagi sekitar.
Keistiqomahan berada di jalan dakwah, reminder untuk selalu bermuhasabah, support, harapan untuk menjadi yang lebih baik dari sekarang, bahkan sampai candaan dan harapan agar senantiasa menjadi sosok yang tetap dijadikan panutan, inpirator dan motivator pun turut mereka kirimkan. Semoga semua tercapai di usia 20 ini.
Kebijakan dalam setiap tindakan kini sudah menjadi tolak ukur kedewasaan. Pribadi yang baik adalah pribadi yang tidak egois, yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Seharusnya ia senantiasa bertanya pada dirinya, sudah sejauh mana manfaat darinya yang dapat dimanfaatkan oleh orang di sekitarnya? Karena hakikatnya, kesuksesan seseorang pun tak luput dari sentuhan dan keikutsertaan orang-orang di sekitar kita.

Tanpa terasa..
20 tahun sudah langkah kaki ini meninggalkan jejak-jejak di muka bumi.
Mungkin di usia yang berkepala 2 ini akan banyak hal yang terjadi. Bisa saja esok aku sudah tak dapat melihat mentari bersinar dengan keindahannya, tak dapat lagi merasakan segarnya oksigen ketika mengalir dalam tubuh ini. Bisa saja esok aku akan menjadi seorang yang dapat memberikan prestasi bagi negeri ini, atau bahkan Allah memberiku kesempatan untuk untuk berkeliling dunia saat usiaku berkepala 2. Allahua'lam..

Yang pasti tak banyak yang dapat aku tuliskan sebagai refleksi diri menginjak usia berkepala 2. Semoga semakin menebar manfaat bagi sekitar/