Senin, 18 Juni 2012

Izinkan Aku..

Siang itu, suasana di luar sana sangat panas. Kendaraan terlihat nampak sibuk berlalu lalang. Terjadi suatu percakapan kecil namun penuh makna di dalam suatu mobil yang melintas perlahan di sepanjang jalan kampus Institut Pertanian Bogor.

Aku masih mengingat betul kata-kata terakhir yang diucapkan saat mereka meninggalkan aku di lingkungan tempat tinggal baruku. Dua tahun yang lalu, ibuku sempat berkata bahwa aku harus bisa jaga diri baik-baik disini, belajar yang baik, dan harus pandai-pandai menitipkan diri karena kita berada di perantauan. Mungkin kami tidak seperti yang lain, yang dapat menjengukmu atau mengirimimu uang saku setiap bulannya. Kami hanya bisa mengirimkan doa yang insya Allah tak akan putus setiap harinya. Kami percaya kalau Wulan bisa! kami akan kemari lagi 4 tahun yang akan datang, dimana waktu itu tak lain adalah waktu engkau diwisuda.

Hati ini benar-benar merasa terharu dan berat mendengar harapan dan ucapan dari orang tua yang selama ini telah banyak berkorban untukku. Dengan penuh harap, mereka mengamanahkan semua itu ke pundakku. Empat tahun lagi aku harus LULUS dan WISUDA. Izinkan yaa Rabb...

Namun, Allah memberikan jalan yang lain. Mereka datang kembali ke lingkungan kampus ini karena menghantarkan awal gerak perjuangan adikku tercinta. Ia yang juga mendapat kesempatan yang sama untuk dapat berkuliah disini dan alhamdulillah berhasil mendapat Bidikmisi juga, kembali membawa keluargaku tercinta kemari.

Sedih rasanya, ketika mendengar rintihan seorang orang tua yang memang benar-benar dari hati yang terdalam. "Belum tua saja, sekarang sudah ditinggal oleh anak-anak ibu. Padahal ibu baru bisa menyekolahkan dan mendidik kalian sampai SMA, kini kalian telah pergi satu per satu meninggalkan rumah untuk mencari kehidupan yang lebih baik." 

Mungkin setiap orang tua akan merasakan hal yang sama. Secara tidak langsung, mereka sebenarnya belum rela melepas kami, mereka masih ingin ada yang mengurus, ada yang diajak bicara disaat mereka kesepian, masih ingin berkontribusi banyak agar kehidupan anak-anaknya lebih baik dari mereka. Sungguh, ya Rabb... izinkan aku membahagiakan mereka semua sebagai wujud terima kasihku padanya..
Kalian adalah sosok yang luar basa. Dalam kesederhanaan kalian, kalian senantiasa ikhlas mendoakan kami tiada henti setiap kali kalian shalat, meski kalian bukan siapa-siapa, tapi kalian adalah pahlawan bagi kami anak-anakmu, kalian senantiasa bekerja keras mencukupi kebutuhan kami, meski tak jarang kami membuat kalian kesal atas sikap dan tindakan kami yang kurang baik. You are so GREAT!

Dan disaat-saat terakhir itu, kembali terdengar ucapan yang sama seperti dua tahun yang lalu, "Nanti, kami akan datang kemari lagi dua tahun yang akan datang, untuk menyaksikanmu mengenakan toga (wisuda) dan dinyatakan lulus menempuh pendidikan S1 mu."

Seketika mulut ini terkunci, tak ada berkata apa-apa hanya bisa menahan air mata yang telah terkumpul di mata agar tidak menetes di hadapan mereka. Agar mereka tidak kecewa, karena aku belum bisa menjadi anak yang baik bagi mereka. Masih belum bisa menjaga amanah-amanah dengan baik.

Tapi, ku mohon Izinkan Aku ya Rabb... :'(