Sabtu, 09 Juni 2012

Kullu Nafsin Zaa Iqatul Maut.. Kullu Nafsin Zaa Iqatul Maut.. Kullu Nafsin Zaa Iqatul Maut..

Kembali,,,
Kabar duka itu terdengar di lingkungan kampus IPB. Sosok yang saya kenal, bahkan sejak belum di IPB telah mendahului bertemu dengan-Nya pada Jumat, 8 Juni 2012 sekitar pukul 23.30 WIB.
Sungguh, tak ada yang tahu sampai kapan kita dapat berada di bumi ini. Mengemban amanah sebagai hamba-Nya dan berbakti pada orang tua kita. Terkadang kita masih lalai dalam melaksanakan segala kewajiban, lupa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, dan belum menjadi seorang anak yang baik di mata orang tua kita.

Barisan dakwah ini kembali kehilangan satu prajuritnya. Semangat yang selalu almarhum bawa dan tularkan pada orang-orang sekitarnya. Bahkan di penghujung usianya -menurut kesaksian seorang ikhwah- beliau masih sempat memikirkan umat, membicarakan pohon-pohon dakwah, dan memberikan kata-kata motivasinya untuk terakhir kali lewat dinding facebooknya.

Saudaraku, Kusmana..
Sepanjang aku mengenalmu, engkau adalah sosok yang penuh semangat. Teringat bahwa engkau mempunyai banyak cita-cita yang salah satunya adalah menjadi ketua BEM FPIK. Di akhir kepengurusan BEM TPB engkaulah yang paling dijagokan teman-teman hingga dijadikan figur sosok ketua BEM FPIK masa depan, tapi... Allah berkehendak lain sob...
Deru semangat dan kegigihanmu akan selalu teringat di hati teman-teman. Semua yakin dan mengenalmu sebagai sosok yang baik. Ahad lalu, ternyata adalah kesempatan terakhir saya melihat dirinya. Sungguh, masih tidak percaya.. Saat itu adalah pertama kalinya wajah optimis itu hadir di tengah-tengah kami, namun engkau pergi mendahului kami. Semoga kepergianmu menghantarkan ribuan atau bahkan jutaan kader dakwah lainnya di bangsa ini, khususnya kampus IPB tercinta.

SELAMAT JALAN SAUDARAKU..
Semoga amal ibadah dan semua yang telah engkau ukir di muka bumi ini, diterima oleh Allah SWT.

*Sebagai bukti kecintaan Allah kepada hamba-Nya, ia memanggil engkau saat ini*