Minggu, 05 Agustus 2012

Pagiku,
Rasanya bak disambar petir! Bukan mengada-ada atau sengaja menggunakan majas hiperbola, ini sungguhan. Ya beginilah kondisi seorang manusia yang selalu berada dalam titik ketakberdayaannya.

Padahal sudah jelas, bahwa kita harus senantiasa siap siaga menghadapi berbagai macam kondisi, mampu bertahan meski banyak amanah dan beban yang kita punya, mempunyai daya tahan yang lebih daripada yang lain. Tapi sekali lagi, semua tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang tergambar dalam teori.

Ketika membaca sebuah pesan yang masuk pagi itu, tepat ketika aku hendak melaksanakan shalat subuh, semua seakan terhenti. Lidah ini tak dapat berkata-kata, kaki ini lemas tak dapat menopang beratnya tubuh, dan sontak mata ini menutup lantas meneteskan air mata.

"Barakallah dan selamat berjuang, ant diamanahkan menjadi bagian dari tim Puskomnas LDK Nasional. Bla.. bla.. bla....."

Aku tak dapat berkata apa-apa. Amanah ini bukan amanah yang biasa-biasa saja. Amanah ini mencakup kesejahteraan umat dan juga tonggak perjuangan Islam. Ya Rabb.. tak kuasa diri ini untuk mengembannya. Sangat jauh jika ku nilai diriku sendiri untuk dikatakan layak mengemban amanah ini. Berbagai spekulasi muncul dalam fikiranku, dan berhasil membuatku seharian merasa tidak nyaman. (maaf jika akhirnya dzolim terhadap yang lain).

Dalam fikiranku yang mendominasi adalah ucapan yang pernah keluar dari mulut ibuku, saat terakhir kali aku pulang. Memang itu semua tak ada yang salah, namun... jika dilihat dari sisi yang lain pun, ternyata lain adanya. Aku bingung ya Allah...
Jika ditulisan sebelumnya aku pernah bermimpi untuk menjadi bagian dari BP-NAS JABAR dan belum tercapai, Allah telah menjawab lewat cara lain, yang jauh lebih besar dan berat. Amanah itu adalah tim PUSKOMNAS. Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un....