Kamis, 26 September 2013

Nikmati Prosesnya, Maka Kau Akan Menuai Hasilnya

Dalam ruangan yang terasa begitu sunyi, senyap.. Sesuai dengan kondisi hati ku kala itu, yang mungkin entah sedang merasakan satu kejenuhan atau butuh charger semangat yang jauh lebih dari biasanya. Pekan ini, aku memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang membuat diri ini cepat merasa jenuh dan lelah. Tapi ternyata itu semua tak dapat terbantahkan. Setelah mengikuti seminar proposal salah seorang kakak tingkatku di departemen, aku merasa sangat tertegur. Belum lagi dibantai satu pertanyaan yang cukup menyesakkan hati oleh dosen pembimbing. Alhasil aku memutuskan untuk menemui beliau setelah jam kuliah hari ini selesai.

Suasana ruangan itu begitu hening, dengan penuh keberanian aku paksakan tubuh ini untuk duduk di hadapannya. Meski sebenarnya di dalam fikiranku tak ada yang disiapkan sebelumnya. Alangkah terkejutnya diri ini, ketika ternyata dalam ruangan itu terdapat momen yang sangat luar biasa..

"Nikamati prosesnya, maka kau akan menuai hasilnya.."
Kalimat tersebut merupakan inti dari percakapan kami di ruangan tersebut. Seketika hati ini menjadi tenang, ketika beliau dengan penuh sifat ke-ibu-annya mengingatkanku akan satu kekuatan yang tak dapat tertangkap oleh akal fikiran manusia karena tak lain itu adalah kekuasaan-Nya. Kekuatan itulah yang disebut DOA..

"Mungkin banyak orang yang melupakan satu kekuatan besar yang dapat menolongnya dalam kondisi yang tak lagi dapat diterima oleh akal manusia. Termasuk masa-masa akhir studi di kampus. Ada yang merasa sangat sulit untuk menentukan topik penelitian, ada yang sulit untuk memulainya, ada juga yang sulit menemui dosen, atau ada yang dosennya lambat dalam memberikan perbaikan. Itu semua dapat diatasi dengan satu hal yang sangat sederhana, yaitu DOA. Jangan lupa untuk mendoakan agar dosen pembimbing kita senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat, dimudahkan segala urusannya, dan digerakkan hatinya untu dapat cepat memberikan respon atas tugas-tugas akhir kita.."

Mendengar kata-kata tersebut hati dan fikiranku langsung menyalakan samangat luar biasa. Bak disengat listrik di siang bolong, kalimat tersebut menjadi cambuk penyemangat buat diri ini yang sudah berada di ujung semangat sebelumnya. Aku jadi merenung, mungkin benar bahwa aku selama ini lupa mendoakan mereka yang telah berjasa dalam mendidikku selama menempuh ilmu di bangku perkualiahan ini.

Selain mendapat wejangan kata-kata tersebut, aku juga mencoba menarik banyak kesimpulan untuk keberhasilan mahasiswa tingkat akhir..
1. Bismillah, niatkan mengerjakan tugas akhir ini adalah sebagai salah satu wujud ibadah kepada-Nya
2. Buat target, serius, dan sungguh-sungguh mengerjakannya
3. Perbanyak referensi
4. Sering-sering diskusi dengan teman kelas/sebaya, kakak tingkat, atau laboran (mungkin)
5. Jangan menghindar dari aktivitas bimbingan dengan dosen
6. Jangan juga terlalu mengandalkan dosen dalam penelitian atau revisi, karena kerjaan dosen bukan hanya mengurusi kita (mahasiswanya)
7. Dewasa, Jujur, dan Disiplin
8. SEMANGAT dalam menjalani tugas akhir, sertakan hati yang ikhlas di dalamnya agar hasil yang diperoleh juga berkah dan bermanfaat untuk orang lain.

Mungkin itulah yang bisa aku bagi.. Sekali lagi, kekuatan DOA terkadang tak dapat terjangkau secara akal namun hasilnya jauh diluar kehendak manusia. Karena Allah mengetahui kebutuhan hamba-Nya, bukan keinginan hamba-Nya.

(Dalam penantian melaksanakan penelitian)