Selasa, 13 Mei 2014

Sejumput Kisah di Ruang Tunggu

Bismillahirrahmanirrahiim...

Hari ini aku niatkan da bulatkan tekadku untuk menemui dosen pembimbing skripsi. Ya, setelah penantian panjang dan penuh harap, akhirnya dosenku bisa juga hadir di kampus (janjinya sih pagi ini). Jadi, sebelum ke kampus ku lengkapi dulu semua persyaratan dan formulir yang harus ditanda tangani dosen pembimbing skripsi, guna persyaratan mengajukan SEMINAR...

Ya, penantian seminar hasil penelitianku ini sangat luaaarr biasa! Kalau diingat pasti lucu banget, dari mulai dapat mandat buat segera seminar tepat di hari ulang tahunku, posisiku saat itu belum memenuhi secara syarat menghadiri seminar. Alhasil selama kurang lebih sebulan aku kejar semua teman-teman dan relasiku di departemen lain yang sekiranya ada info tentang pelaksanaan seminar dan aku usahakan untuk hadir. Sambil memenuhi syarat tersebut, akupun coba membaca ulang, mencari metode terbaik, dan revisi serta konsultasi dengan dosen pembimbing 2. Sama-sama sekarang ini belum ada di Bogor, karena beliau ada tugas mengisi trainning di Kalimantan. Belum lagi cobaan internal diriku (melawan malas, melawan ngantuk, melawan sibuk, dan ditengah-tengah pertarungan batin yang hebat -___-), tapi akhirnya itu semua berakhir friend.. Menghantarkan ku pada hari ini, dimana akhirnya berkas-berkas "sakral" itupun masuk ke Komisi Pendidikan Departemen.

Tapi, ada Sejumput Kisah Unik di Ruang Tunggu. Karena ternyata setibanya di kampus, ternyata dosen ku belum hadir. Ini nih yang namanya nunggu sekian jam, tapi ketemunya cuma beberapa menit. Disana sudah ada banyak orang duduk di sofa ruang tunggu, rupanya mereka punya kepentingan yang sama yakni menemui dosen yang ku tunggu. Dalam hatiku cuma bisa bergumam, "Hmm.. dosenku dicari-cari banyak orang". Sontak semua itu buyar, ketika akhirnya kami pun larut dalam percakapan hangat (lebih tepatnya ke-gerah-an di ruang tunggu).

Yang ditunggu-tunggu hadir juga akhirnya, salah seorang Bapak-bapak mahasiswa S2 DAS yang sedari tadi sudah menunggu lebih awal segera masuk. Lalu ada satu orang yang meminta melihat makalah seminar ku. Beliau kemudian mulai kepo kalau kata remaja-remaja masa kini mah, mulai bertanya soal angkatan dll.. Hingga sampai pada satu pertanyaan yang... JLEB
"Koq bisa cepet lulusnya, memang setelah ini mau apa?"
Aku jawab aja, memang itu tuntutan mahasiswa yang nasib kuliahnya bergantung pada BEASISWA. Tuntutan LULUS tepat waktu nampak membayang-bayangi hampir 3 cm depan mata.
"Mau n***h ya, makanya cepe-ceoet lulus?"

@#$%^&*()! Nih orang kenapa nanyanya gitu.. Pak,emang muka ku kelihatan pengen itu ya??!! *GUBRAK


Ya.. ada-ada saja bahan pembicaraan, tapi kenapa akhir-akhir itu kayaknya kapanpun dan dimanapun pada forum apapun, selalu mendengar bahasan itu??


SUDAHLAH