Sabtu, 21 Maret 2015

Tentang Dia

Tentang dia, yang mungkin bisa dibilang seseorang yang belum kita kenal sebelumnya. Atau mungkin bisa jadi seseorang yang sudah kita kenal, bahkan sangat dekat dalam keseharian kita.

Tentang dia, yang dipertemukan dengan kita pada suatu titik. Titik pertemuan yang kemudian menjadi jembatan penghubung untuk mengenal satu sama lain. Mungkin, titik pertemuan itu disadari ataupun tak disadari. Ada kalanya kita hanya bertemu dan berkomunikasi sekilas dalam suatu moment (entah kepanitian, tugas kampus, atau mungkin agenda seminar) yang kemudian tak berjumpa lagi, ada juga yang memang sudah membersamai kita sejak masa kanak-kanak, sehingga ikatan emosional yang terbangun dapat dikatakan kuat.

Tentang dia, yang mengagumi dan dikagumi kita melalui berbagai jalan. Bisa jadi karena kebaikan hatinya, perhatiannya, tulisan-tulisannya, karyanya, kinerjanya, ibadahnya, senyumannya, dan lain-lain. Atau bahkan semuanya tanpa ada alasan yang pasti.

Tentang dia, yang namanya tak pernah tersebut langsung dalam doa-doa kita. Namun sosoknya telah dipersiapkan oleh Sang Pemilik Cinta. Sosok yang hanya bisa ditemui lantaran doa-doa yang terpanjatkan satu sama lain yang kemudian menggetarkan arsy-Nya.

Ya, semua masih tentang dia...
Dia kelak akan datang melalui jalan dan waktu yang tepat. Dia adalah seorang yang menjadi cerminan amal kita selama ini. Sebagaimana Allah swt telah berfirman dalam QS. An-Nuur ayat 26:

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Maka, ketika belum dipertemukan jangan membuat kita menjadi terpuruk atau merasa iri ketika melihat rekan-rekan kita sudah berbahagia. Justru disanalah terbuka kesempatan untuk kita meningkatkan kapasitas diri dan memperbanyak amal ibadah.

Jangan khawatir, karena Allah swt telah mempersiapkannya untuk kita dan insya Allah tidak akan tertukar :). Dan, kita akan menemui moment dimana hal tersebut sulit diterima oleh logika. Karena bisa saja, dia jawaban atas doa yang kita panjatkan selama ini. Atau sebaliknya...


Mari menjemput kebaikan melalui jalan dan bekal terbaik...